Sejarah Singkat

Yayasan Bina Bangsa Sejahtera yang mendirikan SMA Bina Bangsa Sejahtera (SMA BBS) pada tahun 1995 sejak awal mencanangkan visi untuk menghasilkan anak didik yang memiliki keunggulan seimbang antara ilmu pengetahuan (IPTEK) dan iman takwa (IMTAK).

Untuk merealisasikan visi yayasan tersebut SMA BBS menjabarkannya dalam bentuk visi sekolah menghasilkan sumber daya masnusia (SDM) yang unggul prestasi, berwawasan kebangsaan dan berakhlakul karimah. Maka dalam program-programnya upaya untuk mencapai keunggulan baik prestasi akademis maupun non akademis terus dilakukan. Dalam hal prestasi akademis ditahun ketiga ketika untuk pertama kalinya mengikuti Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS) SMA BBS berhasil masuk menjadi 8 terbaik kota Bogor. Tentu ini prestasi yang sangat membanggakan bagi seluruh komponen SMA BBS. Sekolah yang baru didirikan mampu berada dipapan atas sekolah terbaik kota Bogor. Di bidang non akademis sejak berdiri sampai hari ini SMA BBS identik dengan olah raga futsal. Hampir setiap kejuaraan futsal dan sepak bola SMA BBS diperhitungkan sebagai salah satu tim yang akan menjadi finalis. Hal itu telah dibuktikan dengan berhasil menjadi juara kurang lebih 8 kali untuk futsal dan 2 kali untuk sepak bola. Maka tidak mengherankan bila beberapa siswa direkrut Persatuan Sepak Bola Bogor (PSB) dan Persatuan Sepak Bola Kabupaten Bogor (Persikabo) serta Dinas Pendidikan Kota/Jawa Barat untuk menjadi pemain Suratin atau pemain turnamen pelajar. Masih banyak lagi prestasi lain akademis maupun non akademis seperti juara speech countest, fotografi, puisi, upacara bendera dan sebagainya.

Dalam hal mendidik para siswa untuk berwawasan kebangsaan, telah dimulai dengan logo yang latar belangkangnya merah putih. Merah putih yang merupakan warna bendera kebangsaan menunjukkan ke Indonesiaan SMA BBS. Sekalipun dalam seluruh kegiatan bernuansa islami tetapi kepada para siswa benar-benar ditanamkan bahwa Islam adalah rakhmatalilalamin. Islam mengayomi seluruh anak negeri apapun suku, agama dan keyakinannya, tentu saja selama tidak memerangi Islam. Islam menghargai perbedaan dan telah dibuktikan SMA BBS dengan menerima siswa beragama Kristen Protestan ditahun pertama dan Kong Hu Chu ditahun 2004.

Sementara itu SDM yang unggul prestasi,berwawasan kebangsaan tidaklah cukup. Siswa SMA BBS dididik untuk memiliki akhlak yang mulia (Akhlakul karimah) Maka usaha terus dilakukan dengan program sholat dhuha,membaca al qur’an dan asmaulhusna 4 hari dalam seminggu, pesanteren kilat, wajib jilbab, peringatan hari besar islam dll.

Pendirian SMA Plus Bina Bangsa Sejahtera dilatar belakangi dari keprihatinan terhadap rendahnya kualitas SDM yang terkait erat dengan kualitas lulusan dari sekolah menengah atau perguruan tinggi baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun maupun oleh masyarakat (swasta).

Kondisi faktual dilapangan menunjukkan sekolah-sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat Muslim pada umumnya jauh tertinggal. Keprihatinan dan kepedulian telah mendorong beberapa tokoh pendidikan di Jakarta dan Bogor (Drs. H.Djauzak Ahmad, Prof.Dr.Ir. Hidayat Syarief, Drs.Umaedi,M.ed dll) untuk membangun SMA Plus Bina Bangsa Sejahtera sebagai sekolah yang dapat menghasilkan lulusan yang unggul dalam IMTAQ dan IPTEK ( cerdas dan berakhlakul karimah).